Pantaskah Menjadi Miliknya???

sebelumnya perkenalkan terlebih dahulu, saya adalah seseorang pemuda berumur 19 Tahun, yang saat ini sedang menuntut Ilmu di luar pulau sumatra yaitu di pulau jawa, tepatnya di jawa timur.
disini saya akan sedikit menceritakan sesuatu unek2 atau masalah yang saat ini sedang saya alami. dan selalu menggajal di pikiran saya. let's Read
awal cerita, saya berkenalan dengan seseorang gadis muda di sebuah situs jejaring sosial friendster.com. sebut saja Ana ( Bukan Nama Asli) dia sedang duduk di bangku SMA kelas 1. akhir...!!!!
pertama kali dia cuman melihat (view) profil friendster saya. pada tangal 25 februari 2009 dan saya beri sedikit komentar, " kok cuman view sech"

kemudian dia menambahkan saya di daftar temannya. dari situlah awal kita berkenalanan.... tanya sana-sini. dari sabang sampai merauke kita bahas.
dan saya sangat kaget, karena kita adalah satu desa dan yang jelas satu kabupaten dan satu propinsi sekaligus negara hehehe :)
Desa saya beralamat di Ds. Rejosari mataram Kec. Seputih Mataram Lampung tengah prof. Lampung.
berbincangan kita sudah cukup jauh dan ternyata Orang tua kita saling kenal cukup baik dari dulu sampai sekarang, kok bisa kenal?
karena bapaknya ana dulu adalah seorang kepala desa di kampung kami, dan bapak saya adalah salah satu masyarakat kampung tersebut.
perbincangan kami semakin asyik dan tidak ada habisnya hari demi hari di wall saya hanya ada nama si ana dan si ana....!!!!! dengan bertambahnya ana sebagai teman saya,
saya sering online di friendster. tak lama Kemdian muncullah jejaring Sosial yang saat ini juga semakin booming yaitu Facebook. kami pun hijrah di situs tersebut (Facebook)
saling kirim pesan saling kirim wall dan send massage lewat Hp. entah mengapa saya merasa kalau ngobrol dengan dia tidak ada habisnya dan merasa ada kecocokan tersendiri. berrrrrrrrrrrrrrrrrrr

biasanya kita sering saling kirim pesan siang hari. karena dia masih sekolah, takut mengganggu saya..!!! hehehehe....!!!! banyak sekali hal2 yang saya dapat dari perbincangan kami.
dari wawasan, pengetahuan dan Ilmu. sampai tak terasa sudah 2 tahun kami hanya mengobrol lewat duni maya..!!!!

dan sekarang si Ana akan melanjutkan di salah satu perguruan tinggi di yogyakarta. (maaf di potong, capek nulis.... lanjut aja yaaaa ke sekarang)

next, bulan puasa pun hampir tiba, saya berniat mudik agar bisa ketemu dengan si Ana, walapun Saya tetgolong masyarakat yang berekonomi Lemah. saya Nekat, sebelum puasa saya sudah berada di rumah.
dengan uang seadanya saya sampai juga di rumah dan melihat kondisi rumah yang serba apa adanya....hanya cukup untuk makan setiap harinya, babe cuman sebagai petani dan ibu masak di rumah.
semangat saya pulang untuk bertemu dengan si Ana semkin ragu.. dan melemah. karena saya sadar diri, saya orang yang ndak punya apa-apa, tampang pas-pasan ya ndaaak...... !!! orang ndak punya,!!! pinter ya ndak, gOblog malah iya...
masa mau kenalan sama si Ana yang anaknya matan Pak lurah. haaaaaaaaaaaaaaaaaaargh

Si Ana yang di terima kuliah di Univ Yogyakarta pulang pada tanggal 4 September atau lebaran kurang beberapa hari karena ada kegiatan ospek dsb. semenjak tau si Ana mau pulang saya ndak berani mengirim pesan terlebih dahulu.
alhasil kita tidak ada kontak selama satu minggu semenjak si ana mau pulang dan saat si Ana sudah ada di rumah.

waktu puasa 27 sore, saya ngabuburit atau jalan-jalan di jalan desa dan sepintas saya melihat si Ana yang kelihatan sangat Anggun dan menawan berjalan berlawanan arah dengan saya, tapi sayang saya hanya bisa melihat sepintas sadja.
karena waktu memang mau magrib.
niat saya yang tadinya tidak mau mengirimkan pesan sebelum si Ana yang kirim hilang. saya mengirimkan pesan, dan ternyata jawaban yg saya takutkan muncul. dia mungkin memang sudah lupa atau memang melupakan, itu bukan Si Ana yang dulu.
yang kelihatan manja..... sopan. dan selalu perhatian. saya tidak mau berfikir yang negatif. biarkanlah saja..... kata pepatah " takkan lari gunung di kejar", atau " kalau memang jodoh tak kan kemana".


Dari sekilas cerita ini, saya memang sadar diri merasa tak Pantas, walapun dari dalam lubuk hati sangat mengharapkan cinta itu datang....bingung apa yang harus saya perbuat.!!!!!!!!
apakah pantas diri yang hina nista dan tidak bisa apa-apa ini mendekatinya??????????


4 comments:

Miftahur said...

Wah, jane ndang diutarakan ae ke Mbak Ana Mas . . .
Cari momen yang pas setelah Engkau menjadi sahabat dekatnya, pelan-pelan dan pasti ia akan mengerti . . .

Ricola said...

susah gan...rata rata cinta jarak jauh jarang yang sukses. Mending cari uang, trus beli mobil en kejar deh si Ana di tempat kuliahnya.

Post a Comment

Silahkan Untuk teman-teman yang sudah berkunjung untuk meninglakan jejak kakinya di sini dengan kritik atau saranya....... terimakasih sebelumnya,